Melebihi Sasaran Muffest 2018 Ditutup

Muslimah  Pagelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2018 telah usai digelar. Pameran Busana itu resmi di tutup Oleh  Gati Wibawaningsih selaku Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bersama Ali Charisma selaku National Chairman of Indonesia Fashion Chamber dan Rina Radinal Maksum selaku CEO PT. Dyandra Media International Tbk.

Gelaran MUFFEST 2018 yang telah resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, semenjak 19 April 2018 ini telah berlangsung bisa di bilang  sukses dan berhasil mencapai melebihi sasaran yakni jumlah 51.389 pengunjung serta total nilai transaksi 38.9 miliar rupiah dari sekitar 200 exhibitor yang turut berpartisipasi.

Melalui rangkaian jadwal acara, fashion show, serta exhibition, MUFFEST 2018 telah berhasil menampilkan keunggulan produk fashion muslim Indonesia yakni keragaman gaya dan desain busana muslim dengan ciri khas Indonesia yang mengoptimalkan konten lokal serta proposal tren fashion muslim Indonesia yang berbeda.

MUFFEST 2018 telah menghadirkan area exhibition untuk 200 brand fashion muslim Indonesia yang memperkuat konsep ritel atau B2C sekaligus mengarah pada B2B untuk konsumen ritel maupun buyer.Menunjang pameran, digelar pula rangkaian fashion show yang menampilkan keragaman karya 100 desainer dan brand fashion muslim di Indonesia, mulai dari gaya konvensional hingga kontemporer yang sesuai Indonesia Trend Forecasting (Muslim Fashion Trend) 2018/2019. MUFFEST 2018 tak hanya memberi kesempatan bagi desainer senior, namun juga desainer muda sebagai generasi penerus untuk mengatakan warna gres dalam ranah fashion muslim di Indonesia.

Penyelenggaraan MUFFEST 2018 atas pertolongan instansi pemerintah yang berkomitmen memberdayakan industri fashion muslim di tanah air, yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Kementerian Perdagangan, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Serta pihak sponsor yang konsisten mengatakan bantuan terhadap perkembangan fashion muslim Indonesia.

“Sebagai event dan movement berkelanjutan yang diarahkan sebagai ajang taraf internasional yang menjadi pujian Indonesia, MUFFEST sanggup menjadi salah satu lokomotif dalam menggerakkan industri fashion tanah air dan menjadi ruang bagi seluruh pihak dan stakeholder terkait untuk saling terintegrasi secara sinergis dalam memperkuat ekosistem industri fashion muslim Indonesia yang pada kesudahannya sanggup mengantarkan Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia di tahun 2020,” papar Rina Radinal Maksum.

“Kami, desainer-desainer yang bergabung dalam Indonesian Fashion Chamber, berkomitmen untuk memajukan industri mode Indonesia. Kami yakin bahwa momentum untuk mengakibatkan Indonesia sebagai pusat mode muslim dunia yaitu sekarang. Bukan esok, ataupun lusa. Tentunya, kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami memerlukan pertolongan pemerintah dan para stakeholders lain,” ujar Ali Charisma.

Dengan memperkuat kompetensi dan sinergi, produk fashion muslim Indonesia dipastikan sanggup menguasai pangsa pasar lokal sekaligus bisa bersaing di pasar global. Seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam Opening Ceremony MUFFEST 2018 bahwa industri fashion muslim punya masa depan yang cerah. Dunia internasional pun telah mengapresiasi keindahan desain busana muslim Indonesia. Presiden Jokowi pun berharap supaya ke depannya busana muslim Indonesia sanggup lebih memperlihatkan ciri khas Indonesia dan bersinergi dengan sektor-sektor lain serta memperhatikan perkembangan teknologi terkini untuk mengakibatkan Indonesia sebagai sentra fashion muslim dunia.