Jogja Fashion Week 2018

 PERSPECTRUM menghadirkan sebuah keahlian penting dalam menakar subtil yaitu rasa JOGJA FASHION WEEK 2018 PERSPECTRUM menghadirkan sebuah keahlian penting dalam menakar subtil yaitu rasa JOGJA FASHION WEEK 2018Jogja Fashion Week (JFW) 2018 PERSPECTRUM menghadirkan sebuah keahlian penting dalam menakar subtil yaitu rasa, karsa dan karya cipta. Acara yang sduah ke tiga belas ini  digelar di  Hartono mall Yogyakarta  ( 20-25/ 11/ 2018 ) .  Dengan mengusung konsep Futuristik dan spektakuler JFW 2018 menjadi langkah keberanian berkreativitas dalam menghadapi tantangan global serta kebaruan eksplorasi kekayaan wastra nusantara.

Jogyakarta dipilih karena  Sebagai pintu gerbang fesyen Indonesia dan dibutuhkan Event tahunan Ini sanggup membangun  Networking para pelaku industri fesyen Nasional maupun Internasional. Dengan Spektrum, dinamika yang diciptakan Jogja Fashion Week sanggup merawat kecintaan terhadap produk dalam negeri.

Ada tiga  kategori dalam Jogja fashion Week 2018 diantaranya evening wear & kebaya, muslim wear dan urban wear.  Jogja Fashion Week 2018 diselenggarakan Indonesia Fashion Chamber yang didukung  oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Dinas Perindustrian dan Perdagaan DIY.

Jogja Fashion Week 2018

 PERSPECTRUM menghadirkan sebuah keahlian penting dalam menakar subtil yaitu rasa JOGJA FASHION WEEK 2018 PERSPECTRUM menghadirkan sebuah keahlian penting dalam menakar subtil yaitu rasa JOGJA FASHION WEEK 2018Jogja Fashion Week (JFW) 2018 PERSPECTRUM menghadirkan sebuah keahlian penting dalam menakar subtil yaitu rasa, karsa dan karya cipta. Acara yang sduah ke tiga belas ini  digelar di  Hartono mall Yogyakarta  ( 20-25/ 11/ 2018 ) .  Dengan mengusung konsep Futuristik dan spektakuler JFW 2018 menjadi langkah keberanian berkreativitas dalam menghadapi tantangan global serta kebaruan eksplorasi kekayaan wastra nusantara.

Jogyakarta dipilih karena  Sebagai pintu gerbang fesyen Indonesia dan dibutuhkan Event tahunan Ini sanggup membangun  Networking para pelaku industri fesyen Nasional maupun Internasional. Dengan Spektrum, dinamika yang diciptakan Jogja Fashion Week sanggup merawat kecintaan terhadap produk dalam negeri.

Ada tiga  kategori dalam Jogja fashion Week 2018 diantaranya evening wear & kebaya, muslim wear dan urban wear.  Jogja Fashion Week 2018 diselenggarakan Indonesia Fashion Chamber yang didukung  oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Dinas Perindustrian dan Perdagaan DIY.

Hannie Hananto Tampilkan Urban Caricature Jogja Fashion Week 2018

Koleksi terbaru Hannie Hananto di Jogja Fashion week mengambil tema Urban caricature . Koleksi ini sebagai ungkapan Klise Perempuan di ketika ada acara. Hal ini di tujukan untuk para perempuan yang selalu galau ketika ada program selalu buka buka lemari dan galau menentukan yang mana. Merasa memiliki baju banyak tapi tidak memenuhi standar sebuah acara.

Disinilah Hannie Hananto menciptakan koleksi dengan baju baju besar mendominasi bentuk tubuh. Urban caricature sesuai dengan ekspresi dominan yang di keluarkan Indonesia ekspresi dominan forecasting. Di tampilkan di Jojga fashion week yang berlangsung ( 20-25 /11/2018) di Hartono Mall Jojakarta

Koleksi terbaru Hannie Hananto di Jogja Fashion week mengambil tema  HANNIE HANANTO TAMPILKAN URBAN CARICATURE JOGJA FASHION WEEK 2018

Hannie Hananto Tampilkan Urban Caricature Jogja Fashion Week 2018

Koleksi terbaru Hannie Hananto di Jogja Fashion week mengambil tema Urban caricature . Koleksi ini sebagai ungkapan Klise Perempuan di ketika ada acara. Hal ini di tujukan untuk para perempuan yang selalu galau ketika ada program selalu buka buka lemari dan galau menentukan yang mana. Merasa memiliki baju banyak tapi tidak memenuhi standar sebuah acara.

Disinilah Hannie Hananto menciptakan koleksi dengan baju baju besar mendominasi bentuk tubuh. Urban caricature sesuai dengan ekspresi dominan yang di keluarkan Indonesia ekspresi dominan forecasting. Di tampilkan di Jojga fashion week yang berlangsung ( 20-25 /11/2018) di Hartono Mall Jojakarta

Koleksi terbaru Hannie Hananto di Jogja Fashion week mengambil tema  HANNIE HANANTO TAMPILKAN URBAN CARICATURE JOGJA FASHION WEEK 2018

Ifc Gelar Show Di Atas Kapal Pesiar

Memperkenalkan fashion Indonesia di dunia Internasional sanggup di lakukan dengan banyak sekali ca IFC GELAR SHOW DI ATAS KAPAL PESIAR

Memperkenalkan fashion Indonesia di dunia Internasional sanggup di lakukan dengan banyak sekali cara,Seperti yang di lakukan oleh Indonesia Fashion Chamber ( IFC)  yang akan menggelar fashion show skala internasional La Mode Sur La Seine a Paris  Prancis ( 1/12/2018). Seiring dengan sasaran Pemerintah untuk menyebabkan Indonesia sebagai salah satu sentra Fashion dunia. Acara ini untuk menunjukkan keunggulan karya desainer tanah air dengan keragaman dan kekuatan Etnik lokal.

Fashion Show La Mode Sur la Seine a Paris menampilkan karya desainer Indonesia yang tergabung dalam IFC. Diantara desainer yang tampil menyerupai Lisa Fitria, Deden Siswanto,Lenny Agustin,Sofie, Ali Charisma,Shanty Couture, Irma Susanti,Lia Mustafa, Lia Soraya, Rosie Rahmadi,#Markamarie, Istituto Di Moda Burgo Indonesia, Zelmira by Sekolah Menengah kejuruan nanat Kudus  dan Sukriyah Rusdy yang menampilkan REBORN29 dari dinas pariwisata Provinsi Aceh.

‘’ Melalui event ini diharapakan menawarkan manfaat yang besar lagi dengan mempromosikan Potensi Fashion Indonesia sehingga sanggup meyakinkan Buyer Mancanegara untuk dating dan melihat karya desainer lain di Indonesia serta membuka peluang kerjasama’’ Ujar Ali Charisma. Acara La Mode sur La seine a Paris akan berlangsung selama kapal berlayar mulai dari menara Eiffel dan mengelilingi sejumlah daerah Ikonik di kota Paris. Selain program show juga akan di gelar sesi fashion Showcase,Business meeting,dan Media Gathering.

Dengan Potensi Indonesia sebagai sentra contoh tren fashion muslim dunia, La Mode Sur la Seine a Paris akan menggaungkan busana muslim biar menjadi sorotan Global. Sementara Kementrian perindustrian turut mendukung program inin dengan meluncurkan Internasional Muslim Fashion Festival, ialah ekspo fashion Muslim yang akan di gelar tahun depan dengan menghadirkan buyer dan desainer dari banyak sekali Negara terutama dari anggota Organisasi Konferensi Islam.

Ifw 2019 Pipit Pramudia Tampilkan Embun Pagi

 Menjelang  bulan suci ramadhan tahun 2019 ,APPMI
menggelar ajang fashion show bergengsi, Indonesia Fashion weeks 2019. Ajang
yang di gelar setiap tahunnya ini di ikuti oleh para desainer desainer tanah
air. Selain Fashion show IFW 2019 juga mengelar festival busana muslim dari
barbagai butik dan desainer. Salah satu desainer yang tampil pada ajang ini
adalah Pipit Pramudia.

Dengan membawa  Motif
Hawa, Pipit Pramudai mempersembahkan  Morning Dew yang bermakna Embun Pagi. Dalam
motif hawa tersebut pipit ingin memberikan kesan bahwa dalam berbusana
muslimah tidak hanya sebagai syariat agama tetapi juga untuk meningkatkan
percara diri sebagai seorang muslimah.

Terinspirasi dari tetesan embun pagi pada ranting dan nuansa
kabut,pipit merancang busana muslimah syari yang cocok untuk Pesta. ‘’Dengan
warna warna teduh menyerupai silver, putih dan salem menambah suasana menjadi
syahdu di pagi hari’’ Ujarnya di Jakarta ( 29/3/2019).

Tetesan embun pagi terangkum dalam payet dengan teknik beading
dalam balutan material menyerupai tile,organza dan lace. (roy/ Foto edy bogel )

Ifw 2019 Pipit Pramudia Tampilkan Embun Pagi

 Menjelang  bulan suci ramadhan tahun 2019 ,APPMI
menggelar ajang fashion show bergengsi, Indonesia Fashion weeks 2019. Ajang
yang di gelar setiap tahunnya ini di ikuti oleh para desainer desainer tanah
air. Selain Fashion show IFW 2019 juga mengelar festival busana muslim dari
barbagai butik dan desainer. Salah satu desainer yang tampil pada ajang ini
adalah Pipit Pramudia.

Dengan membawa  Motif
Hawa, Pipit Pramudai mempersembahkan  Morning Dew yang bermakna Embun Pagi. Dalam
motif hawa tersebut pipit ingin memberikan kesan bahwa dalam berbusana
muslimah tidak hanya sebagai syariat agama tetapi juga untuk meningkatkan
percara diri sebagai seorang muslimah.

Terinspirasi dari tetesan embun pagi pada ranting dan nuansa
kabut,pipit merancang busana muslimah syari yang cocok untuk Pesta. ‘’Dengan
warna warna teduh menyerupai silver, putih dan salem menambah suasana menjadi
syahdu di pagi hari’’ Ujarnya di Jakarta ( 29/3/2019).

Tetesan embun pagi terangkum dalam payet dengan teknik beading
dalam balutan material menyerupai tile,organza dan lace. (roy/ Foto edy bogel )